Fiksi Ku Dua Asing | oleh Najwa | Kelas 6 25.26

DUA ASING

Hal yang menyedihkan saat aku harus mengikhalaskan sesuatu hal yang asing akan jadi lebih terasa dan semakin mendalam jika bisa berdialog suatu hal dengan hati. Aku berharap dengan hatiku bercita rasa asing tidak pernah tinggal sepenuhnya dan tidak pernah terlekat apa-apa.

Aku melihat awan tidak akan sampai membuat hati ini semata hati seseorang atau manusia untuk melihat sesuatu. Namun, aku berharap orang asing seiring berjalan berjatuh jelajahnya kotor, seiring menjatuh bahaya menuju masa, akan kita kenali bicara itu yang selama ini aku beri maaf sepenuh hati untuk seseorang yang aku tunggu selalu, seseorang yang tak kunjung ada dalam diri. Orang asing di ujung sana, seiring dalam pelukannya sepi dengan luka hingga kecemasan berlebih dalam hidupnya.

Namun di ujung sunyi yang sunyi, arus dekat ke paku dipenuhi sebuah lontaran kata-kata emosi hati yang hingga sudah usai dilakukan seakan berada di sebuah orang. Saat pulang kembali, orang asing tetap kita lihat seakan berangan di ujung sunyi, namun tanpa sadar menjangkar arus di lautan, terlihat bagimu sunyi seolah memulai hiliran yang telah setiap lama dan merapatkan pijak tidak indah, terasa hampa.

Di atas kertas itu ia menggambarkan siluet bayangan manusia yang berdiri sendirian di bawah pohon tua saat senja.

Posting Komentar

0 Komentar